Rabita Syahbunan

Female / 27 / Indonesia / Art & creative worker (artist, illustrator, designer, curator, galerist, etc)

Perempuan / 27 tahun / Indonesia / Pekerja Seni & Kreatif (artist, illustrator, designer, curator, galerist, etc)

The journey to the West is not about looking for the holy scripture. I imagine a cowboy riding a horse traveling in the desert. Then a whistle is blown when I was relaxedly sitting in front of my laptop because I just woke up from my night’s sleep. And for some reason, this melody came to me. Maybe I want to go traveling soon?

All this time, I’ve always feel that my whistling ability is a waste because it’s never really used. I saw on the internet that there is even a whistling competition in Japan. If I’m not mistaken, it’s a huge and international event. Therefore, maybe I can start my whistle journey by submitting it at this event. The intention is to humming, but later on, the whistle will not be used anymore. Well, since it’s still in the Covid-19 pandemic, the whistle will traveling first. Thank you for your time and happy listening.

Pejalanan ke barat bukan mencari kitab suci, jadi untuk temanya itu aku membayangkan seperti ada cowboy yang sedang berkelana di gurun pasir sambil menaiki kuda. Lalu siulan ini dikumandangkan saat aku sedang duduk santai depan laptop karena aku baru saja melek dari tidur malamku dan entah kenapa nada ini yang terlintas, mungkin aku ingin segera bisa berkelana?

Jadi… selama ini aku selalu merasa kemampuan bersiulku itu sia-sia karena tidak pernah betul-betul dipergunakan, sempet lihat di internet, di Jepang itu bahkan ada kompetisi bersiul, betul-betul jadi kompetisi besar dan kalau gak salah ini event internasional. Oleh karena itu, mungkin bisa aku awali perjalanan siulku dengan submit di event ini, niatnya mau bikin senandung dari humming, tapi nanti sayang siulnya jadi gak kepake lagi 😀 Baiklah, karena ini masih percovid-an jadi siulan ini dulu sajalah yang berkelana duluan, terima kasih atas waktunya, sekian dan selamat mendengarkan.