Khirzan Ulinnuha

Pria / 30 tahun / Indonesia / Pekerja Seni & Kreatif (artist, illustrator, designer, curator, galerist, etc)

Sebetulnya tidak ada tema spesifik untuk senandung yang saya buat. Hanya saja senandungnya terinspirasi kidung nada Jawa. Saya biasanya bersenandung ketika bikin kopi, cuci piring, menggambar, atau ketika minum kopi sambil merokok, di sore hari menunggu subuh, atau pagi hari jam-jam subuh. Mungkin saya bersenandung untuk menikmati momen, mengisi bunyi-bunyian, untuk menciptakan suasana yang terasa pelan, tenang, dan tidak terburu-buru.

Lawang, kabupaten Malang, 2015. Di sebuah kampung di pinggiran kota Malang. Di rumah salah seorang pengrajin gitar itu, saya terpaksa menginap di bengkelnya karena esok paginya saya masih harus melanjutkan progres tugas akhir saya disitu. Hari sudah malam, saya masih sibuk berfikir harus mengerjakan apa untuk besok. Apa yang kurang dan apa yang belum. Ketika semua terasa terburu-buru, tiba-tiba ada yang datang. Ibu dari pengrajin gitar itu mampir ke bengkel. Saya melihatnya berjalan pelan. Usianya cukup tua. Sambil menggendong cucunya yang paling kecil, ibu itu menyanyikan kidung jawa. Lirih dan terdengar teduh. Pelan-pelan berusaha menidurkan cucu kecilnya. Mendengar beliau bersenandung, hati saya ikut terbawa. Saya taruh semua pekerjaan gambar saya waktu itu, dan duduk diam sambil mulai menyalakan rokok. Yang sekarang ya sekarang. Kadang kita terlalu khawatir tentang sesuatu yang belum terjadi. Saat itu, saya yakin semua akan baik-baik saja.