Keluarga Pramudita

Indonesia / 0-36 tahun / Pekerja Lepas, Pekerja Seni, Siswa Sekolah, Pedagang.

Judul : Jangan Makan Itu!
Format : Audio (mp3)
Durasi : 1 menit 23 detik (1:23)

Audio ini mendokumentasikan situasi keseharian selama pandemi sebuah keluarga yang beranggotakan seorang ayah, ibu, balita, dan bayi yang sedang belajar merangkak.

Audio ini berupaya merekam peristiwa seorang ayah yang sedang menjaga kedua orang anaknya saat ibunya sedang memasak di dapur. Kala itu anak tertua berusia balita tengah bermain puzzle berwarna-warni, sementara adiknya seorang bayi berusia 9 bulan, sibuk mengganggu ayahnya yang sedang mencoba merekam suara permainan ukulele dan suara seluruh kegiatan mereka. Sementara itu, sang ibu tengah memasak berbagai macam menu lengkap pendamping ASI dan makanan sehat untuk seluruh anggota keluarga sambil menonton film bergenre slasher. Tidak lupa, terdengar sayup tetangga yang tengah memotong keramik lantai.

Ketika semua sedang fokus pada kegiatan masing-masing, tiba-tiba mata jeli sang kakak melihat adiknya tengah berupaya mengulum pasak penyetelan (tuning pegs) ukulele yg sedang dimainkan ayahnya. Seketika sang kakak berteriak, “jangan makan itu!” Ia khawatir pasak penyetelan itu akan tertelan adiknya, dan itu tentu mustahil, karena pasak penyetelan itu dibaut dengan kencang pada bagian kepala ukulele. Sang adik terbatuk-batuk tercekik, karena refleks sang kakak menarik kerah baju adiknya akibat dari rasa khawatir hal buruk terjadi pada sang adik. Melihat kejadian tersebut masih tergolong ‘aman-aman saja,’ sang ayah membiarkannya, karena ia dikejar tenggat waktu pengumpulan karya.

Semua peristiwa itu didokumentasikan secara audio dengan kualitas lo-fi (padahal alakadarnya). Hal ini menggambarkan bahwa, dalam kondisi sulit sekalipun, kita masih bisa belajar menyukai hal yang tidak benar-benar kita suka, namun dipaksakan suka, karena suka tidak suka, harus suka.