Biru ABW

Female / 24 / Indonesia / Freelance

Perempuan / 24 tahun / Indonesia / Pekerja Lepas

Doing laundry has become my routine at home long before this pandemic emerged. As a freelancer, the pandemic has had a huge impact on me. Even applying for a permanent job is hard. I had to rack my brain to think of alternative ways to make a living independently. One of the best times for me to rack my brain is when doing laundry. It felt like time was running so fast that I had to think fast. Although my job application is always rejected, I believe the fortune is somewhere out there waiting for me. Laundry works have been my motivation to wake up early if you’re late then all the laundry won’t be dry. As the saying goes, “early birds get the worms”.

Mencuci baju sudah menjadi rutinitas saya di rumah jauh sebelum pandemi ini muncul. Sebagai pekerja lepas, pandemi memberi dampak yg besar bagi saya. Melamar pekerjaan tetap pun masih belum ada yang nyangkut di saya. Saya harus memutar otak memikirkan cara lain untuk menyambung hidup tanpa menggantungkan hidup pada orang tua. Salah satu saat terbaik untuk saya memutar otak adalah ketika mencuci. Rasanya seperti waktu berjalan begitu cepat hingga saya harus berpikir dengan cepat. Meskipun lamaran saya selalu ditolak, tapi rezeki selalu ada entah darimana. Seperti pepatah “kalo ga bangun pagi nanti rejeki dipatok ayam”, mencuci selalu menjadi motivasi saya untuk bangun pagi, karena jika matahari sudah di atas cucian saya tidak akan kering dalam waktu sehari.